Akibat Banjir, Petani di Muara Batu Alami Kerugian Hingga Rp 6 Miliar
![]() |
Sejumlah petani di Kecamatan Muara Satu, Aceh Utara melihat tanaman padi yang tergenang banjir dan mati sehingga diperkirakan kerugian petani mencapai enam milyar rupiah. (Jum'at/28/3/25). (Dok. Mul) |
Aceh Utara | Acehcorner.com – Ratusan hektare area persawahan di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, terendam banjir selama tiga hari pada minggu lalu. Akibatnya, para petani mengalami kerugian besar yang diperkirakan mencapai Rp 6 miliar.
Ketua Forum Keuchik Muara Batu, Syukni, mengungkapkan bahwa
banjir disebabkan oleh luapan Krueng Ajo akibat curah hujan yang tinggi dalam
beberapa hari terakhir. Ia menyebutkan bahwa dalam satu bulan ini, area
persawahan telah dua kali terendam banjir.
"Dari total 1.121 hektare sawah di Muara Batu, hampir
500 hektare terdampak banjir. Petani sudah dua kali menanam bibit padi, dan
setiap kali gagal, kerugian mencapai Rp 3 miliar. Jadi, total kerugian yang
dialami para petani mencapai Rp 6 miliar," ujar Syukni, Jumat (4/4).
Syukni juga menyoroti bahwa pihaknya telah berulang kali
mengusulkan normalisasi Krueng Ajo serta pengerukan Kuala Bungkah dalam
Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pekan lalu.
Namun, usulan tersebut hingga kini belum terealisasi.
"Normalisasi Krueng Ajo merupakan prioritas utama. Jika
tidak segera dilakukan, maka para petani akan terus mengalami kerugian,"*
tambahnya.
Salah seorang petani, Mulyadi, mengaku mengalami kerugian
besar akibat gagal panen. Ia mengatakan bahwa setiap kali menanam padi, dirinya
harus membayar pekerja sebesar Rp 1,2 juta untuk lahan seluas enam rantai.
"Saya sudah dua kali tanam dan gagal, jadi total biaya
yang sudah saya keluarkan mencapai Rp 2,4 juta, belum termasuk biaya bibit dan
pupuk," katanya.
Sedangkan petani lainnya, Amri mengaku hal sama terkait
kerugian dialaminya. Jadi dirinya berharap pemerintah segera turun tangan dan
memberikan bantuan bibit kepada para petani yang terdampak banjir.
"Kondisi saat ini sangat sulit, dan banyak petani yang
kesulitan untuk kembali menanam karena kerugian yang terus bertambah,"
pungkasnya. (DA)
0 Komentar